Amirul Tamim: Jangan Ulangi Kesalahan Memilih
KEHADIRAN Amirul Tamim di Stadion Betoambari, Sabtu (29/3) lalu betul-betul menghapus kerinduan warga Kota Semerbak terhadap mantan Walikota Baubau dua periode tersebut.
Masyarakat berduyun-duyun mendatangi stadion hanya ingin melihat dan mendengarkan materi kampanye bapak pembangunan Kota Baubau ini. Dan itulah yang dijadikan magnet bagi Caleg PPP disemua tingkatan, mulai dari Kota Baubau, dan propinsi untuk memanfaatkan popularitas Amirul dalam menarik simpati pemilih.
Banyak hal yang disampaikan Caleg PPP untuk DPR RI nomor urut dua ini kepada kader dan simpatisan partai kakbah tersebut. Salah satunya dia berujar,"Jangan ulangi kesalahan memilih, sepakat?" Sontak dijawab sepakat oleh massa yang menghijaukan stadion.
Dalam pidatonya ia mengulas, setahun dua bulan meninggalkan Baubau untuk melihat hari esok, bagaimana cerahnya panggilan jiwa untuk mengabdi maka momentum pemilihan legislatif dia dicalonkan PPP untuk duduk di DPR RI, Senayan. Mudah-mudahan pengalaman di Baubau, meniti karir, memberikan sumbangsih yang besar pada daerah dan negara, lebih khusus pada saudara-saudara kita di negeri Buton Raya.
Menurutnya, Allah SWT telah memberikan anugerah kepada Sultra, lebih khusus Buton, dan Baubau berada di bawah kaki depan Pulau Sulawesi. Sangat strategis, sehingga tidak ada alasan kalau daerah ini tidak maju. "Yang menjadi alasan karena kita belum cerdas untuk menentukan siapa yang patut untuk menata kawasan yang seperti ini, tidak ada alasan. Saudara ojek bisa mendapatkan penghasilan, kaki lima bisa mendapatkan penghasilan, penjual-penjual bakso bisa mendapatkan penghasilan, tanah-tanah kita di gunung yang tidak punya harga, itu bisa menjadi punya harga, cuma karena kita belum cerdas," bebernya.
"10 tahun kita coba menata dengan sentuhan-sentuhan kecil bisa kita berubah. Kita bisa menciptakan Kotamara, kita bisa menciptakan Wantiro, disana saudara-saudara bisa hidup. Kalau sekarang sepi jangan kita saling menyalahkan, mari kita belajar dari kesalahan. Mari kita melihat hari esok, tanggal 9 adalah tanggal yang menentukan apakah anugerah Allah ini, kota yang cantik ini, Buton Raya yang ada di kaki depan Pulau Sulawesi bisa berarti untuk warga yang huni di atas bumi ini," paparnya seraya mengatakan Tuhan tidak merubah nasib kita, kecuali kita sendiri.
Amirul menerangkan, pada 27 April mendatang Sultra genap berusia 50 tahun. Tercatat sebagai daerah kaya, tapi masih berada pada urutan paling bawah. Hal itu disebabkan karena belum memanfatkan secara maksimal potensinya. Oleh sebab itu, Sultra 50 tahun dengan 14 kabupaten/kota menurutnya kalau mau maju perlu dibagi dua, wilayah daratan, dan kepulauan.
Suami Ny Yusni ini mengaku wilayah kepulauan diupayakan, sebab berapa tahun silam, para kepala daerah di Buton Raya termasuk dia didalamnya sepakat kawasan ini dibentuk menjadi Propinsi Buton Raya. Tapi syarat untuk menjadi propinsi minimal lima kabupaten, hari ini baru empat. Karenanya dimimpikan sejak dulu langkah-langkah sudah dilakukan Buton Tengah, dan Buton Selatan harus terwujud, sayangnya sampai saat ini belum. "Oleh sebab itu saya mengajak kepada seluruh komponen, saudara-saudaraku, teman-teman yang memegang peran yang ikut menentukan, mari menjadi sejarawan, mari menjadi pelaku-pelaku sejarah, mari kita ringankan tangan untuk mengusung Buton Selatan, Buton Tengah, untuk mempercepat Buton Raya ini. Tidak usah kita halang-halangi, karena mari kita siapkan kalau ini jadi potensi berarti akan ada perguruan tinggi negeri, ada anak-anak kita bisa dididik disana," serunya.
Sultra, lanjutnya yang berusia 50 tahun berarti tahun 1964 dibentuk, gubernur kita Nur Alam belum lahir, namun sekarang memimpin Sultra. Berarti tidak menutup kemungkinan yang SD saat ini, atau belum lahir bisa mengabdi di Buton Raya ke depan.
"Kawasan yang indah seperti ini, strategis, bagaimana menatanya, bagaimana kedepan mimpi-mimpi dari teman-teman semua di Partai Persatuan Pembangunan supaya Buton Raya terbentuk maka perlu kita membagi wilayah-wilayah sesuai dengan potensi dan karakternya. Wakatobi kita perkuat untuk menjadi Bandar Udara Internasional karena disana ada jualan internasional, ada jualan global, ada surga di bawah laut sehingga perlu dijadikan ini. Buton Tengah, yang ada di Pulau Muna karena yang menentukan," terangnya.
"Kalau mau maju perkuat infrastruktur Pulau Muna termasuk Buton Tengah di dalamnya, konsep PPP ke depan bagaimana kalau bapak-bapak, teman-teman Caleg dari PPP bersama dengan partai-partai lain perjuangkan agar Pulau Muna perkuat infrastrukturnya agar mengikat jazirah Sulawesi dengan jazirah Buton Raya akan menjadi masa depan Indonesia," sambungnya.
Pria berkacamata ini melanjutkan, Buton Selatan kalau sebentar menjadi ibukota Buton Raya, Baubau, disadari tidak akan bisa menampung dinamika propinsi, maka Batauga alternatif pengembangannya, kawasan propinsi akan dikembangkan disana. "Oleh sebab itu, baik di Kota Baubau, Kabupaten Buton, propinsi harus bagaimana PPP kita perjuangkan satu fraksi untuk bisa menampung kader-kader, pemikir-pemikir yang akan mengikat dan memajukan kawasan Buton Raya, Sultra secara umum dan akan menjawab bahwa di sini ada masa depan Indonesia," bebernya.
Amirul menyebut, Pemilu 2014 strategis. Disadari tidak mungkin disatu lembaga legislatif semua PPP, pasti ada partai lain, maka itu PPP ketika jadi satu fraksi bergandeng tangan dengan partai lain memikirkan masa depan kawasan ini.
"Saudara-saudara sekalian Sultra khususnya Buton Raya, selama ini kita dengar bahwa daerah kita kaya tetapi infrastruktur kita lemah. Buton Raya kita perjuangkan sejak lama, Buton Tengah, Buton Selatan kita perjuangkan sejak lama tapi belum gol-gol, jawabananya karena belum ada kita di Pusat, tidak ada wakil kita di Pusat. Saat ini saya hadir dan saya mohon doa restunya, dukungannya, agar wakil kita di Pusat ada dari negeri ini berhasil kita perjuangkan, insya Allah yang akan memikirkan bagaimana daerah ini," ulasnya.
Lebih jauh Amirul menyebut, potensi laut kita kaya, terumbu karang indah, ikan berfariasi, nelayan dan petani tangguh, tapi bagaimana bisa unggul, kalau infrastruktur dan pasarnya lemah. Dia pernah mencoba 10 tahun, dengan sentuhan-sentuhan kecil bisa mewujudkan Baubau maju. "Baubau yang kita coba 10 tahun, gunung Wantiro kita bisa tebas, Palagimata yang tidak pernah dilirik bisa menjadi nilai yang berharga. Kotamara yang setiap bulan musim ombak warganya tidak bisa tidur karena dihempas ombak, di Kaobula, Wameo sekarang bisa tidur nyenyak, Bonebone," sebutnya.
"Oleh sebab itu saya minta kepada calon-calon anggota DPR dari PPP khususnya untuk Kota Baubau, teruskan perjuangkan anggaran di DPR, bagaimana agar Pantai Bonebone dan sekitarnya. Tidak usah pesimis, teknologi untuk infrastruktur jembatan, sistem jembatan layang tahun-tahun ke depan akan murah dan bisa sanggup dibiayai pemerintah, tinggal bagaimana memperjuangkan dan memikirkannya," terang Amirul.
Dia juga minta kepada para Caleg ketika duduk di legislatif propinsi agar sama-sama berjuang, oleh sebab itu PPP disana juga satu fraksi agar bisa bersuara. "Kalau tidak bisa didanai propinsi maka kita sama-sama berjuang di Pusat, disana ada wakil saudara maka tentu tidak sulit untuk membangun infrastruktur. Sistem jembatan layang mulai dari Pantai Kamali, kita buat jembatan untuk melintas di atas Jembatan Batu, melintas di atas Kotamara, dan bagaimana Bonebone agar terus di Lakeba itu bisa. Dan demikian juga dari Lakologou yang kita sudah bangun jalan di pinggir laut, sudah dua tahun anggaran agar dapat diperjuangkan calon-calon anggota DPRD dari PPP, kalau satu fraksi, apalagi pegang palu, Kota Baubau bisa melejit terus sesuai dengan tahapan-tahapan rencana yang kita canangkan," paparnya.
"Yang penting pegang palu, kalau tidak disetujui jepit itu palu?" Lantas disambut dengan suara tawa hadirin.
Menurut mantan Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sultra di era Gubernur Kaimoeddin ini, kita bisa buat jalan jembatan karena di Jakarta, Jawa, dan Makassar memiliki jalan layang. Namun demikian jalan layang kita jangan di darat, tapi di pinggir laut karena akan mempermudah, apalagi teknologinya bisa.
Nah, sebelum terwujud propinsi Buton Raya, perjuangkan cepat jalan lingkar luar kawasan ini, konsepnya sudah ada, tinggal diperjuangkan. "Konsep Kota Baubau pada 2015 Lealea sudah harus diletakkan sebagai Kota Satelit karena dalam waktu yang tidak lama lagi jembatan penyeberangan antara Palabusa, Kolagana, ke Baruta akan terwujud. Sudah dirintis jalan-jalan penghubungnya, kalau jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) 6 Kilometer, Kolagana-Baruta hanya 1 Kilometer, kenapa tidak bisa? Tergantung dari ini dan ini?" ujarnya seraya menunjuk kepala dan hatinya.
"Oleh sebab itu, ketika saya diminta oleh teman-teman, Pak Amirul mari pidato dulu diwarga Kota Baubau untuk mengingatkan kembali dan saya tentu hadir disini untuk mengingatkan calon-calon anggota DPR dari PPP dan saya minta kepada rakyat Baubau pilih PPP. Jadikan dia satu fraksi untuk bisa memimpin kembali lembaga itu dan bersama partai-partai yang lain untuk memperjuangkan konsep Kota Baubau ke depan bagaimana menjadi ibukota Buton Raya dan insya Allah menjadi kota yang cantik, kota yang memakmurkan masyarakatnya," bebernya.
"10 tahun kita sudah coba, jual apa saja di Pantai Kamali, laku. Kalau sekarang tidak laku berarti ada yang kurang tepat. Kalau di Wameo kurang laku, berarti ada yang salah. Kalau saudara-saudara ojek kurang pendapatannya berarti ada yang kurang disentuh. Kalau penjual makanan ini kurang laku makanannya berarti ada yang kita lupa. Sebenarnya tidak susah, cukup kita goyang begini, dia jalan itu barang. Apalagi kalau diketuk palunya," sambungnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, tangggal 9 April yang menentukan apakah konsep Kota Baubau, Buton Raya yang diimpikan bisa jadi, berlanjut, pikiran-pikiran tersebut bisa diterima tergantung tanggal 9 nanti. Apakah saudara-saudara pilih wakil-wakil dari PPP, karena konsep dari Baubau, Buton Raya sudah ada di kepala kader PPP. "Bukan di dalam laptop, tapi ada di kepala kita. Ada di hati kita, oleh sebab itu tanggal 9 April jangan sia-siakan," tegasnya.
Di matanya, jangan dianggap sebagai lima tahunan apa yang diperoleh, tapi tanggal 9 April adalah lima tahun ke depan ikut menentukan nasib kita. "Silahkan saudara terima 100 ribu, tetapi ingat baru satu tahun anda sudah rugi berapa ratus ribu. Malah mungkin saudara sudah rugi jutaan karena ada yang terima 100 ribu. Oleh sebab itu kita katakan pada kader PPP, ini lambang kakbah, di dalamnya ada simbol Islam. Hati-hati, mari kita perjungkan, apa arti rahmatan lil alamin. Kita harus percaya bahwa Tuhan mempunyai Kemahakuasaan, kita berdoa kasih kesehatan kader PPP, kasih keterbukaan hati warga Buton Raya, agar ada Caleg-Calegnya yang duduk di Pusat. Satu fraksi di propinsi, satu fraksi di sini, satu fraksi di Kabupaten Buton, satu fraksi di Wakatobi, di Buton Utara, dan lain sebagainya insya Allah, kita akan pikir sama-sama. Bagaimana konsep daerah ini, insya Alah kemakmuran, kemaslahatan dari ketiga peran maasyarakat, dari kawasan ini karena kita tahu karunia Tuhan untuk daerah ini," bebernya.
"Kita daerah kaya, kaya dari prosisi strategisnya, kaya dari manusianya yang cerdas, unggul, ulet, kemudian kekayaan alamnya, di gunung, di laut, di dalam laut, dan yang tidak kalah pentingnya ada di dalam kepala kita. Oleh sebab itu mari saudara-saudara sekalian, saya di PPP, tanggal 9 nomor berapa?" tanyanya. "Nomor dua," jawab serentak hadirin.
Amirul minta kalau hadirin di Stadion Betoambari sudah tahu, tolong sampaikan pada yang lain. "Jangan salah, mudah-mudahan suara Baubau, Buton Raya, suara orang-orang Buton yang ada di luar, memberikan kepada saudaranya Amirul Tamim dan insya Alah Amirul Tamim akan berjanji, akan menuangkan segala potensi pikirannya bersama teman-teman lain yang ada di Kota Baubau, yang ada di Fraksi PPP Kota Baubau, propinsi yang kalau sebentar jadi propinsi ini saya kira akan ada juga DPRD Buton Tengah, Buton Selatan, Kabupaten Buton, Buton Utara, Wakatobi," tegasnya.
"Mari kita desain satu kawasan ini terkoneksi mulai dari jalan Lasalimu, sampai sana itu adalah jalan yang panjang yang indah dari Baubau sampai dengan tembus di Kangkeongkea, tembus di Burangasi sana. Wabula, Ereke, untuk Buteng, kita ikat Pulau Muna, kita ikat dengan Bombana, kita ikat dengan Kabaena. Dan Kabaena saya kira bisa menjadi satu kabupaten tersendiri dimasa depan. Wawonii saja bisa apalagi Kabaena, saya kira daerah sini akan menjadi satu kesatuan yang utuh oleh sebab itu konsep membangun daerah, mari kita membangun daerah ini dengan konsep keindonesiaan. Insya Allah kita akan bersama lebih baik untuk meneruskan bagaimana langkah selanjutnya," paparnya.
Amirul menambahkan, masih ada rahasia-rahasia lain, tapi kita tunggu. Nanti ada konsep dan rahasia bagaimana memajukan daerah, kita tunggu setelah tanggal 9 April, Caleg DPRD Kota Baubau, PPP kembali satu fraksi dan pegang palu-palu bersama dengan partai lainnya, akan dikeluarkan semua bagaimana konsep Kota Baubau tinggal sentuhan-sentuhan yang lebih cerdas lagi.
"Karena kita sudah punya pelabuhan yang besar, ingat dulu mungkin saudara-saudara yang ada disini demo saya soal Pantai Kamali. Demo saya soal finger, tapi saya tahu bahwa saudara-saudara belum paham. Oleh sebab itu tetap kita lanjutkan pembangunan itu, kerena kita tahu bagaimana pasar Baubau dulu, bagaimana Wameo, berapa orang yang sudah bersumpah. Tinggal saya tunggu kapan tangannya terpotong, karena mereka pernah bersumpah kalau Wameo berhasil ramai, potong tangannya," sebutnya.
"Bagaimana dengan Kotamara, Kotamara itu baru 40 persen, belum 100 persen. Tapi mari saya mengajak kepada kita semua jangan ada dendam, jangan ada saling menyalahkan. Dendam dan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan persoalan. Warisan leluhur, binci-binciki kuli, pongka-angkataka, popia-piara, pomamasiaka, pomamaeyaka, bukan porambi-rambitaka," tandasnya disambung dengan suara geer peserta.
Maka itu, dia ingatkan jangan menyalahkan masa lalu, mari perbaiki masa lalu yang tidak baik, merancang kelemahan-kelemahan masa lalu agar tidak terulang. "Jangan kita salahkan si A, jangan kita salahkan si B, 10 tahun saya bersama saudara-saudara apa yang pernah dibangun pendahulu-pendahulu saya tidak pernah saya bongkar. Kita tetap menghargai, tetap kita akui bahwa ada saja yang tidak tepat, oleh sebab itu masyarakat Baubau jangan terpancing untuk membicarakan kelamahan, siapa yang salah," ingatnya.
"Tapi kelemahan, siapa yang salah, termasuk salah pilih mari kita benarkan di tanggal 9 April yang akan datang, untuk kita tidak mengulang. Kita benarkan, kita renungkan, kita tahajudkan kalau perlu agar tanggal 9 jangan ada yang lalai, jangan ada yang tunggu siraman, tapi datang karena satu suara saudara-saudara itu berarti bagi masa depan kita semua," ajaknya.
"Kelemahan kita, jangan heran kalau pasar sekarang sepi, jangan heran kalau anda berjualan tidak laku, oleh sebab itu jangan ulangi kesalahan memilih, jangan ulangi kesalahan memilih, sepakat?" Langsung disambar dengan teriakan sepakat para kader dan simpatisan PPP.
"Mari kita sambut tanggal 9 April, semoga Allah SWT memberikan getaran hati kepada kita dan memberikan kepercayaan kepada PPP, untuk hadir kembali di tengah warga Kota Baubau, warga Sultra, warga Buton Raya, dan insya Allah ada wakilnya di DPR RI. Dan itu adalah wakil saudara-saudara, saya Amirul Tamim," pintanya.
Sebelum bubar, Amirul mengajak kepada seluruh peserta untuk membersihkan sampah di Stadion Betoambari agar meninggalkan lokasi kampanye lapangan tetap bersih. "Saya minta kesadarannya, bersama-sama dengan saya, sehingga kita tinggalkan lapangan ini dalam kedaan bersih, dan itulah komitmen kita untuk tetap berbuat di mana saja. Salam hormat saya untuk yang tidak hadir," kuncinya.
Untuk diketahui, dalam acara tersebut kampanye diawali dengan orasi dari Rasyid Syawal dan Hasidin Sadif, Caleg DPRD Sultra. Hadir juga Caleg DPRD Sultra lainnya seperti Rusdin T. Ketua PPP Kota Baubau, H Yusran dan sejumlah Caleg PPP Kota Baubau dari Dapil Baubau 1, 2, dan 3.(iwn)
Read more: http://www.butonpos.com/metro-baubau/amirul-tamim-jangan-ulangi-kesalahan-memilih#ixzz2xmj82TU0